Pallet Kayu,Kayu Olahan,Veneer kayu,Dowel Kayu,Kusen & Pintu

jual kayu mahoni jual kayu mahoni jual kayu mahoni jual kayu mahoni jual kayu mahoni jual kayu mahoni jual kayu mahoni jual kayu mahoni


JUAL KAYU MAHONI


 

Jual Kayu Mahoni

Jual Kayu Mahoni Oven

Harga kayu mahoni Oven

NO SPESIFIKASI BARANG UKURAN SATUAN JUMLAH PCS / M3 HARGA / M3 HARGA / PCS UP DATE
               
1 RENG IKATAN MAHONI 2 X 3 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
2 RENG LEPASAN MAHONI 2 X 3 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
3 RENG IKATAN MAHONI 3 X 4 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
4 RENG LEPASAN MAHONI 3 X 4 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
5 KASO IKATAN MAHONI 4 X 6 X100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
6 KASO LEPASAN MAHONI 4 X 6 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
7 KASO IKATAN MAHONI 5 X 7 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
8 KASO LEPASAN MAHONI 5 X 7 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
9 GALAR KAYU MAHONI 5 X 10 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
10 BALOK KAYU MAHONI 6 X 12 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
11 BALOK KAYU MAHONI 8 X 12 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
12 BALOK KAYU MAHONI 6 X 15 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
13 PAPAN KAYU MAHONI 2 X 20 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
14 PAPAN KAYU MAHONI 3 X 20 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
15 PAPAN KAYU MAHONI 4 X 20 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
16 PAPAN KAYU MAHONI 5 X 20 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
17 PAPAN KAYU MAHONI 6 X 20 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
18 PAPAN KAYU MAHONI 3 X 25 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
19 PAPAN KAYU MAHONI 4 X 25 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
20 PAPAN KAYU MAHONI 3 X 30 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
21 PAPAN KAYU MAHONI 4 X 30 X 100 CM UP M3 Rp – Rp – 2016
  UKURAN BISA DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN call    
               
               
               
  Keterangan :            
  # Kayu mahoni oven tersebut sudah termasuk surat-surat legalitas kelengkapan kayu.    
  # Biaya ongkos kirim Free Minimal Order 5 M3 ( Jabodetabek )      
  # Harga kayu mahoni sudah proses oven        
  # Untuk detail standart kwalitas akan dijelaskan      
   Harga Kayu             

Gambaran Umum kayu Mahoni : http://www.kayu123.com/kayu-mahoni

Pohon Mahoni

Morfologi dan penyebaran

Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35–40 m dan diameter mencapai 125 cm.[2] Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir.[2] Kulit luar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik, sedangkan kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi cokelat tua, beralur dan mengelupas setelah tua.[2] Mahoni baru berbunga setelah berumur 7 tahun, mahkota bunganya silindris, kuning kecoklatan, benang sari melekat pada mahkota, kepala sari putih, kuning kecoklatan.[3] Buahnya buah kotak, bulat telur, berlekuk lima, warnanya cokelat. Biji pipih, warnanya hitam atau cokelat.[4] Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung.[5] Tanaman yang asalnya dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai.[6]

Manfaat

 
Buah mahoni untuk pengobatan

Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47% – 69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus filter udara dan daerah tangkapan air.[7] Daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Sebaliknya, dedaunan itu akan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar.[7] Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air.[7] Buah mahoni mengandung flavonoid dan saponin[8]. Buahnya dilaporkan dapat melancarkan peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah disarankan memakai buah ini sebagai obat, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas[8], mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak di badan, membantu meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah[9].

 
Mahoni sebagai peneduh jalan.

Sifat Mahoni yang dapat bertahan hidup di tanah gersang menjadikan pohon ini sesuai ditanam di tepi jalan. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah tanaman yang baru, karena sejak zaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, Pohon Asam, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan yang dibangun oleh Daendels antara Anyer sampai Panarukan. Sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua dalam pasar kayu. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak.[10]

 

Ekstrak biji pohon mahoni juga dapat digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama pada pertanaman kubis, yaitu Plutella xylostella dan Crocidolomia binolalis khususnya pada saat hama berada pada stadia larva. Penggunaan insektisida botani merupakan salah satu alternatif pengendalian yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif akibat penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana.[11][12][13]

Syarat Tumbuh

Mahoni dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai dan menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung. Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang mampu bertahan hidup di tanah gersang sekalipun. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup.[10] Syarat lokasi untuk budi daya mahoni diantaranya adalah ketinggian lahan maksimum 1.500 meter dpl, curah hujan 1.524-5.085 mm/tahun, dan suhu udara 11-36 C.[14]

 Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Mahoni